Wednesday, June 1, 2011

Keajaiban manusia akhir zaman

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Kadang-kadang kita kurang peka untuk menilainya sehingga kita melihat semuanya dalam keadaan baik. Namun, bila kita teliti dengan mendalam, kita akan menjumpai banyak keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman ini. Keajaiban yang dimaksudkan di sini bukan berkaitan dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang pelik lainnya. Tetapi mengenai cara berfikir manusia di akhir zaman ini.

Berikut adalah sebagian kecil dari sifat-sifat manusia sekarang ini. Di antaranya :

Bila seorang ketua atau pemimpin melakukan korupsi berbilion dan bahkan trilion dollar, maka mahkamah dengan mudah mengatakan kes tersebut tidak mempunyai bukti untuk menahan dan mengadilinya.

Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawahan (lemah), dengan mudah dia ditangkap, didakwa dan dijatuhkan hukuman penjara, sedangkan mereka hanya mengambil sekeping roti, itupun kerana lapar.

Bila ada individu atau kelompok dengan jelas memperlecehkan ajaran Islam, Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negara-negara Islam, maka dengan bersengaja orang mengatakan itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan kepelbagaian menafsir ilmu agama.

Namun, apabila ada khatib, ustaz atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten mengamalkan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustaz yang keras dan tidak mampu berdakwah dengan hikmah, dan dicurigai sebagai seorang pengganas.

Apa saja yang dicatatkan dalam Quran, dengan mudah orang mempercayainya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.

Akan tetapi, apa yang tercantum di dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, walaupun mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang tidak diragui lagi. Kebenarannya sudah teruji sepanjang masa dari setiap sudut ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan bahawa mengajarkan Al-Qur’an membuatkan seseorang menjadi pengganas.

Sebilangan besar masyarakat termasuk yang mengaku Islam, yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), walaupun sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka tidak tenang dan mereka selalu menghadapai perbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para pemimpin mereka. Mereka masih boleh berkata : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.

Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu adalah tidak sesuai di zaman moden, kekerasan dan keganasan, padahal mereka tahu bahawa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah tidak menzalimi hamba-Nya.

Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan janggutnya, orang akan mengatakan dia menjalankan ajaran agamanya.

Namun, jika seorang Muslim memelihara janggutnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang dicurigai, khususnya ketika berada di tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.

Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya, orang akan mengatakan bahawa dia sedang menjalankan ajaran agamanya.

Namun, apabila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terkebelakang dan tidak sesuai dengan kehidupan zaman moden. Padahal yang menuduhya itu adalah para pendokong demokrasi, yang mempunyai prinsip setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.

Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja kerana menjaga rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya kerana dia rela berkorban dan tidak bekerja demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.

Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suaminya, mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya diri perempuan itu dijajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum lelaki.

Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan memakai pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.

Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian menutup aurat, maka orang akan menuduhnya berfikiran sempit dan tidak sesuai dengan peraturan kampus atau tempat kerja mereka.

Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah untuk mengasah bakat, kecerdasan dan kreativiti anak tersebut.

Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan agamanya, maka orang akan mengatakan bahawa pendidikan seperti itu tidak mempunyai harapan dan masa depan.

Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan serangan ke negeri Islam khususnya di Paestin, Afghanistan, Iraq dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.

Akan tetapi, apabila kaum Muslim melawan Yahudi untuk mempertahankan Palestin, atau Amerika di Iraq dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan pengganas.

Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.

Namun, bila orang Palestin melakukan perkara yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari keganasan tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari kerakusan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya pengganas. Kenapa? Kerana dia adalah seorang Muslim.

Bila anak-anak Yahudi diajar perang dan menggunakan senjata untuk membunuh kaum Muslimin Palestin, maka orang akan mengatakan bahawa apa yang mereka lakukan itu adalah untuk membela diri mereka.

Namun, bila anak Palestin belajar melomparkan batu menghadapi tentera Yahudi yang dilengakapi dengan kereta kebal dan senjata canggih lainnya ketika menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka melakukan kejahatan dan perlu ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan bertahun-tahun lamanya.

Inilah sekelumit keajaiban manusia di akhir zaman ini. Bolehkah kita menentukan yang baik dan yang jahat, atau kita akan menjadi korban keajaiban akhir zaman?

Game yg menghina islam - Part 2


Dante’s Inferno adalah game mengenai seorang karakter yang ingin menamatkan misinya yang dilakukan di dalam neraka. Game ini membolehkan pemain membuat pilihan sama ada mahu memusnah atau menyucikan roh manusia menggunakan cahaya salib untuk dihantar ke syurga. Game ini menggambarkan neraka yang diilustrasikan terbahagi kepada sembilan tingkat lingkaran (Circles Of Hell) dengan mengikut dosa pada setiap manusia, seperti Lust, Gluttony, Greed, Anger, Violence, dan lain sebagainya.

Dante Alighieri, pejuang Perang salib III

Dante adalah karakter yang di adaptasikan dari nama Dante Alighieri, seorang penyair abad ke-14, iaitu seorang pejuang di masa Perang Salib III.



Paparan di dalam game Dante’s Inferno

Jadi apa yang tidak kena dengan game ni? Game ni sebenarnya telah meletakkan Nabi Muhammad SAW ke dalam Neraka.

Menurut dari website n4g: Middle East avoids Dante’s Inferno

Menurut dari website tersebut: Timur Tengah telah mengharamkan game Dante's Inferno yang diterbitkan dari syarikat game terbesar iaitu EA Games kerana "keutamaan citarasa pelanggan, platform permainan video dan faktor-faktor lain". Faktor lain? ya, faktor lain seperti penyair Dante (pejuang zaman perang salib III), menempatkan Nabi Muhammad, nabi palsu dalam lubang neraka. Mengapa Islam ingin membantu mempromosikan permainan video yang menghina Islam?.

Berdasarkan maksud tersirat pada "sajak suci" dari Inferno Canto XXVIII:

No barrel, even though it's lost a hoop
or end- piece, ever gapes as one whom I
saw ripped right from his chin to where we fart:

his bowels hung between his legs, one saw
his vitals and the miserable sack
that makes of what we swallow excrement.

While I was all intent on watching him,
he looked at me, and with his hands he spread
his chest and said: "See how I split myself!

See now how maimed Mohammed is! And he
who walks and weeps before me is Ali,
whose face is opened wide from chin to forelock.

And all the others here whom you can see
were, when alive, the sowers of dissension
and scandal, and for this they now are split.

Behind us here, a devil decks us out
so cruelly, re-placing every one
of this throng underneath the sword edge when
we've made our way around the road of pain,

because our wounds have closed again before
we have returned to meet his blade once more.
But who are you who dawdle on this ridge,

perhaps to slow your going to the verdict
that was pronounced on your self-accusations?
"Death has not reached him yet," my master answered,

"nor is it guilt that summons him to torment;
but that he may gain full experience,
I, who am dead, must guide him here below,

to circle after circle, throughout Hell:
this is as true as that I speak to you."
Inferno XXVIII


Dante Alighieri (1265-1321), sasterawan besar Italy, dalam Inferno-nya mengatakan bahawa Nabi Muhammad dan sahabat Baginda, Ali bin Abi Talib, dihumbankan ke dalam neraka tingkat ke lapan, kerana ia telah memecah belah masyarakat dengan ajarannya dan menabur kekejian selama hidupnya.

The poets are in the ninth chasm of the eighth circle, that of the Sowers of Discord, whose punishment is to be mutilated. Mahomet shows his entrails to Dante and Virgil while on the left stands his son Ali, his head cleft from chin to forelock.

Gambaran ilustrasi di atas diambil dari salah satu di dalam manuskrip yang tersimpan di perpustakaan-perpustakaan besar di dunia termasuk ada yang telahpun membuat satu filem bisu pada tahun 1911 (The 1911 Italian silent film L’Inferno contained a dramatization of the scene; Mohammed is shown with his entrails hanging out).

Kesimpulannya, game Dante's Inferno ni menerapkan nilai-nilai negatif dan berunsur penghinaan kepada umat Islam sedunia bersumberkan ilham dari sajak Dante Alighieri. Sungguh membimbangkan walaupun ia sekadar permainan, namun memberi kesan di bawah minda sedar terhadap kepada sesiapa yang bermain permainan video ini dan ianya haram dibeli dan haram dimainkan oleh orang Islam. Generasi muda dinasihatkan supaya berhati-hati dengan permainan terbabit yang boleh menyebabkan kerosakan akidah.